Pesona Air Terjun Bossolo di Jeneponto, Tempat yang Pas untuk Menenangkan Diri

Sulawesi Selatan tidak hanya kaya akan ragam budaya dan kulinernya. Keindahan alam di beberapa daerah di Sulsel tak kalah dengan daerah lainnya di Ind

Editor: Muhammad Irham

TRIBUN-TIMUR.COM - Sulawesi Selatan tidak hanya kaya akan ragam budaya dan kulinernya. Keindahan alam di beberapa daerah di Sulsel tak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia.

Jika Anda kebetulan berada di Sulawesi Selatan, tak ada salahnya menyempatkan diri menikmati panorama alam yang indah di beberapa daerah di Sulsel.

Salah satu objek wisata yang recomended untuk dikunjungi adalah, Air Terjun Tama’lulua. Letaknya ada di Kabupaten Jeneponto. Pesona kecantikannya masih belum diketahui banyak orang dan bisa dibilang cukup tersembunyi.

Air Terjun Tama’lulua juga dikenal dengan sebutan Air terjun Bossolo. Obyek wisata bisa dikatakan belum terlalu terkenal dibanding destinasi lain dan pengelolanya masih berasal dari masyarakat sekitar saja. Berikut adalah sedikit fakta dan kisah menarik seputar air terjun cantik tersebut.

Perjuangan Berbuah Keindahan

Perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk bisa sampai di Tama’lulua karena harus mendaki jalan bebatuan. Tapi semua rasa lelah akan terbayar ketika melihat indahnya pemandangan air terjun ditemani hijaunya dedaunan pohon.

Selain melihat indahnya pemandangan sekitar, sobat traveler juga bisa menikmati sunset dari atas bukit Bossolo. Setelah itu perjalanan bisa dilanjutkan dengan menuruni bukit untuk berbasah-basah ria di pinggir kolam air terjun.

Trekking Menantang

air terjun tama'lulua
Foto: instagram/@fennzf

Air terjun Tama’lulua ini berada di Desa Ramba, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Bagi yang berangkat dari arah Makassar, langsung saja bergerak ke arah kota Jeneponto. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih sekitar tiga jam.

Sesampainya di kota Jeneponto, perjalanan masih harus dilanjutkan ke Desa Rumbia hingga akhirnya sampai ke area parkir.

Dari sini, harus mulai menyiapkan fisik dan tenaga. Butuh jalan kaki sekitar satu jam sebelum bisa benar-benar sampai di lokasi air terjun.

Sedikit tips, agar perjalanan lebih aman dan nyaman sebaiknya berjalan kaki sembari menggunakan sepatu atau sandal gunung.

Tidak Menguras Kantong

Wisata di Air Terjun Tama’lulua sama sekali tak menguras kantong. Tidak ada karcis atau biaya masuk, namun pengunjung tetap harus membayar parkir. Dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan 5 ribu untuk mobil. Sayangnya, fasilitas yang tersedia di sekitar lokasi wisata masih terbilang minim.

Ada Gazebo

Bagi Anda yang tidak ingin repot mendaki dan menguras tenaga, Anda bisa menuju gazebo di Bukit Bossolo. Ini adalah fasilitas yang telah disediakan oleh Pemdes setempat.

air terjun tama'lulua
Foto: instagram/@uccinktongji

Di lokasi yang bertuliskan Bossolo tersebut, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan air terjun dari kejauhan. Bagi penggemar foto selfie, Anda akan mendapatkan gambar yang bagus. Namun harap berhati-hati ketika memotret karena terdapat tebing curam.

Selain Air Terjun Tama'lulua, ada destinasi lain di Jeneponto yang tidak kalah menariknya seperti Lembah Hijau Rumbia, Batu Karst Pundo Siping, Boyong Water Park, dan lainnya.

Sayangnya, tidak ada penginapan di sekitar lokasi air terjun. Anda harus ke Bombong untuk menemukan penginapan. Misalnya BM Hotel Bantaeng, Kirei Hotel atau Hotel Ahriani Bantaeng. Biaya menginap berkisar Rp 100 ribu - Rp 500 ribu per malam.

Selain wisata alam, Anda yang gemar memburu kuliner tidak perlu khawatir. Sebab Jeneponto dikenal dengan menu andalannya yang berbahan dasar daging kuda. Ada berbagai pilihan kuliner khas seperti coto kuda, konro, dan yang paling diminati bernama Gantala Jarang.(*)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved