Kazakhstan, Negara Tersepi di Dunia dan Penghasil Wanita-wanita Berparas Cantik

Kazakhstan dihuni sejak zaman paleolitik, hal ini dikarenakan iklim dan medan wilayahnya cocok dijadikan untuk kehidupan nomaden.

Editor: Muhammad Irham
istimewa
Pemandangan ibu kota Kazakhstan di malam hari 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jika ingat Kazakhstan, bayangan sebagian orang Indonesia, akan tertuju pada nama Dayana Asebaeva. Nama ini sempat viral di media sosial Idonesia beberapa bulan terakhir.

Selain karena hubungannya dengan seorang pemuda Indonesia Fiki Naki. Bahkan, Dayana sempat mengajak Fiki untuk menikah.

Namun tahukah Anda, jika kecantika paras Dayana Asembaeva belum ada apa-apanya, negara Kazakhstan memang terkenal dengan para wanitanya yang bening-bening.

Tetapi tidak hanya wanitanya, Kazakhstan merupakan negara pecahan Uni Soviet, yang juga punya hal menarik dari sisi sejarah, kebudayaan dan banyak hal lainnya lagi.

Berikut sejarah dan fakta menarik negara Kazakhstan dilansir dari unggahan video di kanal Youtube Data Fakta, pada Selasa, 6 Juli 2021.

Kazakhstan dihuni sejak zaman paleolitik, hal ini dikarenakan iklim dan medan wilayahnya cocok dijadikan untuk kehidupan nomaden.

Selain itu, Kazakhstan berada dalam jalur stepa perdagangan jalur sutra Eurasia.

Pada tahun 1936, Kazakhstan terintegrasi ke dalam konstituen Uni Soviet bernama Republik Sosialis Soviet Kazakh.

Setelah keruntuhan Uni Soviet tahun 1991, Kazakhstan menjadi negara terakhir yang mendeklarasikan kemerdekaannya.

Kazakhstan merupakan salah satu negara lintas benua yang sebagian besar wilayahnya berada di Asia Tengah dengan luas 2.724.000 Km2.

Kazakhstan berbatasan dengan Rusia di utara, Tiongkok di timur, Kyrgyzstan, Uzbekistan dan Turkmenistan di selatan serta Laut Kaspia di barat daya.

Dengan luas wilayah hampir 3 juta km2, Kazakhstan hanya memiliki populasi sebanyak 18,51 juta jiwa saja.

Menjadikannya sebagai negara paling sepi di dunia dengan kepadatan penduduk hanya 6 orang per kilometer persegi.

Kazakhstan adalah negara kesatuan republik demokratis sekuler dan konstitusional, politiknya berbentuk presidential dimana presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Meskipun mengaku negara demokratis, namun tak satupun pemilu di Kazakhstan dilangsungkan dengan bebas, transparan dan adil menurut OSCE.

Oleh karena itu, semenjak merdeka tahun 1991 hingga 2019 Kazakhstan hanya dipimpin oleh satu orang presiden yaitu Nursultan Nazarbayev.

Baru akhir tahun 2019 atas desakan publik presiden Nursultan Nazarbayev mengundurkan diri dan digantikan oleh Kassym-Jomart Tokayev hingga sekarang.

Salah satu hal yang menarik lainnya dari Kazakhstan adalah wanita-wanitanya yang terkenal berparas cantik.

Sedari dulu negara yang berjuluk Virgin Land ini sudah terkenal sebagai negara penghasil wanita yang cantik dan menawan.

Kecantikan wanita Kazakhstan disebut-sebut karena sebagian besar merupakan campuran ras antara Slavia dan Asia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved