Syekh Ali Jaber: Inilah Dosa Besar yang tidak Akan Diampuni oleh Allah SWT

Semasa hidup, almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengatakan, bahwa orang berzina tidak mungkin begitu saja langsung jatuh kepada zina

Editor: Muhammad Irham
int
Almarhum Syekh Ali Jaber 

TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu perbuatan dosa yang masuk dalam kategori dosa besar adalah, zina.

Bahkan dalam Al-Quran Allah SWT tidak menyebutkan 'jangan berzina' akan tetapi 'jangan mendekati zina'. Mendekati zina saja sudah berdosa, apalagi sampai melakukannya.

Semasa hidup, almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengatakan, bahwa orang berzina tidak mungkin begitu saja langsung jatuh kepada zina. Ada proses awal yang membuat seseorang kemudian melakukan perbuatan zina.

"Biasanya dimulai dari pandangan mata, telinga mendengar, dan lidah berbicara," kata Syekh Ali Jaber.

Walaupun pada awalnya baik laki-laki maupun perempuan tersebut, tidak ada niatan untuk berbuat zina akan tetapi jika diteruskan bisa berpotensi besar menjadi perzinahan.

"Wanita, ada hubungan keluarga maupun tidak ada hubungan keluarga belum dihalalkan melalui akad nikah, ijab kabul, berarti hubungan mereka itu zina," kata almarhum Syekh Ali.

Jangankan berzina sampai pada tahap melakukan hubungan intim, memandangi sesuatu yang haram saja kata Nabi SAW sudah termasuk dalam zina mata. Selain zina, ada dosa besar lainnya yaitu riba.

Secara mudahnya riba adalah bunga yang ditetapkan saat peminjaman uang. Akan tetapi, baik zina maupun riba yang tergolong dosa besar ini tetap dapat diampuni oleh Allah SWT dengan syarat sungguh-sungguh bertaubat.

Zina adalah perbuatan dosa yang masuk dalam kategori dosa besar, bahkan dalam Al-Quran Allah SWT tidak menyebutkan 'jangan berzina' akan tetapi 'jangan mendekati zina'. Mendekati zina saja sudah berdosa, apalagi sampai melakukannya.

"Karena orang berzina tidak akan mungkin begitu saja langsung jatuh kepada zina, pasti ada proses awal yang membuat hati kita cederung kepada zina, pandangan mata, telinga mendengar, lidah berbicara," tutur almarhum Syekh Ali Jaber.

Walaupun pada awalnya baik laki-laki maupun perempuan tersebut, tidak ada niatan untuk berbuat zina akan tetapi jika diteruskan bisa berpotensi besar menjadi perzinahan.

"Wanita, ada hubungan keluarga maupun tidak ada hubungan keluarga belum dihalalkan melalui akad nikah, ijab kabul, berarti hubungan mereka itu zina," kata almarhum Syekh Ali.

Jangankan berzina sampai pada tahap melakukan hubungan intim, memandangi sesuatu yang haram saja kata Nabi SAW sudah termasuk dalam zina mata. Selain zina, ada dosa besar lainnya yaitu riba.

Secara mudahnya riba adalah bunga yang ditetapkan saat peminjaman uang. Akan tetapi, baik zina maupun riba yang tergolong dosa besar ini tetap dapat diampuni oleh Allah SWT dengan syarat sungguh-sungguh bertaubat.

"Kecuali kata Rasulullah, orang-orang yang suka membuka aib dosanya, menceritakan ke banyak orang lain, bahkan dia shot kepada sosial media terhadap perilaku maksiat dan dosa sehari-harinya,"

"Inilah mereka yang dijamin tidak selamat, dan dijamin tidak diampuni bahkan dijamin tidak akan diterima dan diberikan kemudahan agar dia sadar dan kembali taubat kepada Allah SWT. Hati-hati, apalagi kalau beredarkan beritanya, menyebarkan berita, tergantung menyakiti orang lain." pungkasnya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved