Kuliner

Nasu Palekko, Kuliner Khas Bugis yang Pedisnya Menggigit

Hidangan yang satu ini merupakan kuliner pedas masyarakat Bugis yang mendiami daerah Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap.

Editor: Mansur Amirullah
tribun-timur.com
Nasu Palekko bahan baku dari bebek atau itik 

TRIBUNTIMUR.COM - Sulawesi Selatan punya banyak kuliner khas yang menggoyang lidah. Salah satunya adalah nasu palekko.

Nasu palekko banyak ditemui di daerah yang penduduknya mayoritas bersuku Bugis. Hidangan yang satu ini merupakan kuliner pedas masyarakat Bugis yang mendiami daerah Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap.

Kuliner ini juga sudah banyak ditemukan di Kota Makassar.

Nasu palekko pun menjadi penganan yang sangat beken di kalangan mahasiswa Makassar. Hal ini dikarenakan rasa pedasnya yang menggigit, bahannya yang tergolong murah, serta proses pembuatannya yang mudah.

Kata “nasu” sendiri memiliki arti masakan, sedangkan “palekko” berarti wajan yang terbuat dari tanah. Konon, kuliner ini berawal dari para petani yang mengolah itik peliharaan mereka di sawah untuk dimakan saat siang hari.

Karena keterbatasan alat, makanan ini pun hanya diolah dengan bahan dan cara yang sederhana. Pada dasarnya, makanan ini menggunakan potongan kecil daging itik yang dengan campuran rempah, seperti asam jawa, serai, cabe, bawang merah, bawang putih, dan penyedap rasa.

Kini, nasu palekko pun telah menjadi kuliner populer yang mulai dikenal luas. Tidak hanya itu, alat dan bahan baku pembuatan palekko pun kini lebih beragam seiring waktu. Akan sangat mudah menjumpai nasu palekko yang kini diolah menggunakan wajan atau panci.

Selain itu, daging itik yang menjadi bahan utama di masa awalnya pun bisa diganti dengan daging ayam, ataupun daging bebek.

Bahkan, saking populernya kuliner yang satu ini, cukup mudah menemukan potongan daging khusus untuk nasu palekko di pasar-pasar tradisional Sulawesi Selatan.

Nasu palekko sendiri memiliki cita rasa asam segar dengan rasa pedas yang dominan. Dengan ciri khasnya ini, membuatnya terasa cocok ketika dinikmati dengan sepiring nasi hangat.

Pada proses pembuatannya, daging yang digunakan terlebih dahulu dipotong kecil-kecil. Bagian tulang dalam dagingnya juga tidak dipisahkan. Setelah itu, daging dicuci bersih untuk selanjutnya melewati proses marinasi dengan larutan asam jawa.

Tahapan marinasi tersebut bertujuan untuk menambah kesegaran dan meredam bau amis daging. Kemudian, potongan daging tadi dimasak bersama campuran bumbu yang telah ditumis dengan api sedang hingga bumbunya meresap dan mengering.

Nasu palekko khas Kabupaten Pinrang sedikit berbeda dengan Kabupaten Sidrap. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah nasu palekko khas Pinrang lebih kering dibandingkan khas Sidrap yang agak berkuah dan cenderung lebih pedas.

Jika tertarik mencicipi masakan ini, bisa datang untuk langsung ke daerah asal dari kuliner yang satu ini. Akan tetapi, sebenarnya nasu palekko sudah bisa dinikmati hampir di seluruh daerah di Sulawesi Selatan, terutama di Kota Makassar selaku ibu kota provinsi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved