Melihat Tradisi Sayyang Pattuduq Ramaikan Maulid Nabi di Leteang Polman

Sebanyak 111 Sayyang Pattu'duq (Kuda Menari) meriahkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah di Leteang

Melihat Tradisi Sayyang Pattuduq Ramaikan Maulid Nabi di Leteang Polman
ist
Saat 111 Sayyang Pattu'duq (Kuda Menari) meriahkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah di Leteang, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar beberapa waktu lalu. 

TRIBUNTIMURTRAVEL.COM - Sebanyak 111 Sayyang Pattu'duq (Kuda Menari) meriahkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah di Leteang, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar pada 8 Januari 2020 lalu.

Acara Maulid yang dirangkaikan Penamatan Al Quran Massal dan Sayyang Pattu'duq, menjadi tradisi masyarakat Mandar setiap perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Perayaan Maulid kali ini merupakan perayaan yang paling meriah mampu pemecah rekor Sayyang pattu'duq terbanyak di Polewali Mandar.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Polman, M Natsir Rahmat, Dandim 1402 Polewali Mamasa, KH. Syibli Sahabuddin, Pimpinan Pusat GP Ansor Mas'ud Saleh, Camat dan Kepala Desa se-kecamatan Luyo.

Hadir juga para penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Luyo, para imam masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ribuan masyarakat menyasikan tarian Sayyang Pattu'duq.

Kepala Desa Tenggelang Faizal Nur mengatakan Maulid tahun ini mengangkat tema "Meneladani akhlak Rasulullah SAW".

Saat 111 Sayyang Pattu'duq (Kuda Menari) meriahkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah di Leteang, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar beberapa waktu lalu.
Saat 111 Sayyang Pattu'duq (Kuda Menari) meriahkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah di Leteang, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar beberapa waktu lalu. (ist)

"Karena Rasulullah SAW merupakan teladan yang luar biasa untuk kita. Merupakan ciptaam Allah SWT yang mulai dan sempurna,"katanya dalam rilis yang diterima Tribun-Timur.com, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, dalam Al Quran sudah dijelaskan secara jelas tentang kepribadian Rasulullah. Karena itu warga Leteang Desa Tenggelang tetap merayakan Maulid Nabi untuk mengenang kembali kelahiran Rasulullah SAW dengan cara dzikir, shalawat dan doa bersama.

Faisal Nur mengucapkan rasa syukurnya berkat dukungan dari semua lapisan masyarakat Tenggelang, para panitia dan para tamu kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar.

"Alhamdulillah pada perayaam Maulid dan Tammatan Massal ini ada 111 Sayyang Pattu'duq meriahkan berkat dukungan dari semua lapisan masyarakat Tenggelang, dan tak lupa pula saya mengucapka kepada semua yang hadir, semua adik-adik panitia serta yang terlibat didalamnya,"kata dia.

Ia berharap dengan kegiatan ini anak-anak di desanya lebih giat belajar mengaji agar dapat menunggangi Sayyang Pattu'duq.

"Semoga anak-anak yang Tammat mengaji dan naik kuda lebih rajin lagi untuk belajar mengaji dan saya atas nama Pemerintah Desa Tengelang akan berupaya mendukung dan menyiapkan kuda dan segala hal yang dibutuhkan dalam lancarnya dan terlaksananya Tammatan massal ini dan Tammatan massal ke depannya nanti,"ujarnya.

Ketua Panitia Nurdiang mengungkapkan harapannya agar para masyarakat tetap semangat mengajarkan anaknya untuk tetap belajar membaca Al-Qur'an agar Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Sayyang Pattu'duq tetap dilaksanakan di tahun mendatang.

"Mudah-mudahan kedepannya para masyarakat masih semangat mengajarkan anaknya untuk tetap belajar membaca Al-Qur'an. Tujuannya agar anaknya mahir baca Al-Qur'an dalam mengenal Rasulullah SAW,"katanya.

Ia juga berharap Pemerintah Desa Tenggelang tetap merespon baik diselenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Tammatan Massal sebagai budaya Mandar.

Ikuti kami di
Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Nur Fajriani R
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved